Al-Islam dan Kemuhammadiyahan-UMJ
"Pengkajian, Pengembangan, Penerapan Nila-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan"
Senin, 26 Agustus 2013
Gema Dakwah dan Hikmah Ramadhan 1434 H
A. PENDAHULUAN
“Hai Orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan bagi orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”.
1. Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dalam melaksanakan visi dan misi nya berpedoman pada Catur Darma perguruan tinggi yaitu pada bidang Pengajaran, Penelitian, Pengabdian masyarakat dan Al-Islam kemuhammadiyahaan.
2. Datangnya bulan Ramadhan merupakan saat yang dinantikan oleh setiap insan beriman. Sebab di bulan itu banyak keutamaan & pahala yang dijanjikan. Yang dengan melakukan amalan-amalan yang dituntunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maka mereka berharap untuk bisa menuai cinta & ampunan ar-Rahman. Tidak hanya ibadah puasa di siang hari saja, bahkan umat Islam bisa menikmati indahnya bulan Ramadhan dgn merenungi kandungan ayat-ayat suci al-Qur’an dengan semangat yang lebih daripada pada bulan-bulan selainnya. Apalagi ditunjang dengan diadakannya kultum, siraman rohani & kajian-kajian keislaman yang bisa menambah keimanan & memperkuat keyakinan.
3. Di samping itu, maraknya masjid dengan jama’ah shalat tarawih membuat suasana bulan Ramadhan semakin menyejukkan. Di saat-saat semacam itulah kita dapati ketenangan & kenikmatan beribadah yang jarang dijumpai pada bulan-bulan yang lain. Belum lagi, kenikmatan yang dirasakan ketika berbuka puasa & janji pahala besar bagi orang-orang yang menyisihkan hartanya utk berbuka & mendukung amal-amal kebaikan yang lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun telah memberikan teladan kedermawanan yang luar biasa di bulan yang mulia ini.
4. Bertafakkur dan bersyukur atas semua nikmat yang telah Allah anugerahkan bagi kemajuan Universitas Muhammadiyah Jakarta, dalam kurun waktu yang cukup panjang berkiprah untuk ummat, masih terasa sangat kurang jika UMJ tidak melakukan tindakan nyata dari setiap visi dan misi perjuangannya. UMJ, pada setiap Allah beri kesempatan memasuki dan menapaki bulan suci ramadhan, maka seluruh civitasnya tidak akan menyia-nyiakan sedikitpun untuk melakukan kebajikan. Upaya peningkatan ibadah mahdhahnya, kualitas mu’amalahnya, perbaharui akhlaknya, memperteguh aqidah dan mempertajam ideology persyarikatannya, melalui kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan selama bulan suci ramadhan adalah bentuk nyata bertafakkur dan bersyukurnya UMJ kepada Allah SWT. .
5. Dalam pelaksanaan Catur Darma PTM tersebut salah satunya diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan kegiatan pada Bulan Suci Ramadhan 1433 H maka UMJ merangkai beberapa kegiatan dalam Gema Dakwah dan Hikmah Ramadhan.
B. NAMA KEGIATAN DAN TEMA KEGIATAN
Kegiatan ini diberi nama “ Gema Dakwah dan Hikmah Ramadhan”
Tema Kegiatan “Kaji Ilmu, Tebar Amal dan Peduli Sesama”
C. LANDASAN KEGIATAN
Kegiatan ini diadakan dgn melandaskan pada.:
1. Firman Allah ta’ala, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dgn sebenar-benar ketakwaan kepada-Nya & janganlah kamu mati melainkan dlm keadaan sebagai muslim.” (QS. Ali Imron: 108).
2. Firman Allah ta’ala, “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 183).
3. Firman Allah ta’ala, “Saling tolong menolonglah kalian dalam kebaikan & takwa, & janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa & pelanggaran.” (QS. al-Ma’idah: 3).
4. Firman Allah ta’ala, “Katakanlah -wahai Muhammad-, Jika kalian mengaku mencintai Allah maka ikutilah aku.” (QS. Ali Imron: 30).
5. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang dikehendaki menjadi baik oleh Allah maka ia akan dipahamkan dlm urusan agamanya.” (HR. Bukhari & Muslim).
6. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang melakukannya.” (HR. Muslim).
7. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Puasa itu adalah perisai yang dengannya seorang hamba melindungi diri dari api neraka.” (HR. Ahmad).
8. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang memberikan buka bagi orang yang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu, hanya saja hal itu sama sekali tak mengurangi pahalanya sedikitpun.” (HR. Tirmidzi, & dia menyatakan sahih).
9. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman & mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari & Muslim).
D. TUJUAN KEGIATAN
Adapun tujuan pelaksanaan Gema Dakwah dan Hikmah Ramadhan 1434 H adalah sebagai berikut :
1. Mensyiarkan kegiatan Ramadhan 1434 H sebagai bentuk menyambut bulan Puasa
2. Meningkatkan nilai-nilai ketakwaan kepada Allah ta’ala melalui kajian keIslaman dan Kemuhammadiyahaan
3. Mempererat jalinan ukhuwah islamiyah sivitas akademika UMJ
E. SASARAN
Kegiatan ini diadakan dengan sasaran sebagai berikut :
1. Seluruh Dosen, Karyawan dan Mahasiswa UMJ
2. Warga muslim di sekitar kampus UMJ
3. Yatim dan kaum dhu’afa disekitar kampus UMJ
F. BENTUK DAN WAKTU KEGIATAN
Bentuk dan Waktu Kegiatan ini sebagai berikut :
No Kegiatan Waktu Pelaksanaan
1 Tarhib Ramadhan / Pengajian Menjelang Ramadhan 06 Juli 2013
2 Shalat Tarawih dan Kuliah Ramadhan 08 Juli s/d 05 Agustus
3 Kultum Ramadhan ba’da Zuhur 10 Juli s/d 03 Agustus
4 Kajian Tematik Duha Masjid At-Taqwa Juli 2013
5 Buka Puasa Bersama Harian di Masjid UMJ 10 Juli s/d 03 Agustus 2013
7 Buka Puasa Pimpinan, Dosen, dan Karyawan UMJ sekaligus Nuzul Arqur’an
24 Juli 2013
8 Kajian dan Diskusi KeIslaman Karyawan UMJ 24 dan 25 Juli 2013
10 Sembako Murah, Bazzar, Pengobatan Gratis, Santunan dhuafa dan Yatim 25 Juli 2013
11 Silaturahim Idul Fitri 1434 H 22 Agustus 2013
G. SUSUNAN PANITIA PELAKSANA
1. PENASEHAT : Rektor Univ. Muhammadiyah Jakarta
2. PENANGGUNGJAWAB : Wakil Rektor IV
3. PENGARAH (SC) :
1) Wakil Rektor I
2) Wakil Rektor II
3) Wakil Rektor III
4) Direktur Sekolah Pasca Sarjana
5) Kepala Biro Humas, AIK, Kerjasama, dan Promosi
6) Dekan se UMJ
4. PANITIA PELAKSANA (OC) :
Ketua : Mahmudin Sudin, MA
Wakil Ketua : Hadiyan, MA
Sekretaris : H. Adi Mansah, Lc
Wakil Sekretaris : Ahmad Mozambik, S.Psi
Bendahara : Sri Siswantiyahsari, SE
Wakil Bendahara : Nazla Patty WSD, SE
Penanggung Jawab Teknis :
NO Kegiatan Penanggungjawab
1 Tarhib Ramadhan / Pengajian Menjelang Ramadhan Mahmudin Sudin, MA
H.Adi Mansah, Lc
2 Shalat Tarawih dan Kuliah Ramadhan (ceramah setelah shalat tarawih) Ketua Bidang Ibadah Masjid At-Taqwa dan Al-Mukhlisin
3 Kultum Ramadhan ba’da shalat Zuhur H. Adi Mansah, Lc
4 Kajian Tematik Duha (mingguan) Ramadhan (Khusus Masjid At-Taqwa) Hadiyan, MA
H. Adi Mansah, Lc.
6 Buka Puasa Bersama Harian di Masjid UMJ Ketua DKM At TAqwa
Ketua DKM Al Mukhlisin
7 Buka Puasa Pimpinan, Dosen, dan Karyawan UMJ, sekaligus Nuzulul Qur’an Bagian Rumah Tangga UMJ
Kabag TU Fakultas
8 Santunan anak Yatim dan Mustad’afiin Tim BMT
12 Kajian dan Diskusi keislaman Dosen dan Karyawan UMJ Mahmudin Sudin, MA
13 Pesantren Mahasiswa pada tiap-tiap Fakultas se UMJ Wadek III dan Ketua Prodi se UMJ
14 Pengobatan Gratis dr. Thoriq dan Tim FKK
15 Sembako Murah & Bazzar Ibu Endang Hendrayati dan Ibu Diah Sabarianti
16 Silaturahim Idul Fitri 1434 H Kabiro Umum dan SDM
H. MANUAL ACARA DISKUSI DOSEN dan KARYAWAN
Gelombang I : Rabu 24 Juli 2013
08.00-09.00 Registrasi peserta & penempatan kamar Panitia
09.00-09.15 Pembukaan Acara
Rektor UMJ Diikuti oleh semua Peserta
Prof. Dr. Hj. Masyitoh , M.Ag
09.15-10.15 Materi 1
Aplikasi Nilai Ketauladanan Tokoh Muhammadiyah KH. AR Fakhrudin Prof.Dr.Hj. Masyitoh, M.Ag
Moderator: Andriyani, M.Ag
10.15– 11.45 Materi II
Aplikasi Shalat Sesuai Tuntunan Nabis SAW Ahmad Syauqy, M.Ei
Moderator : Mahmudin Sudin, MA
11.45-12.30 Shalat dan Istirahat Seluruh Peserta
12.30-14.00 Materi III
Nonton Film tentang kesaksian hidayah mantan pendeta Hindu
14.00-15.00 Materi IV
Refleksi Film tentang kesaksian hidayah mantan pendeta Hindu Drs. H. Husni Thoyar, M.Ag
Gelombang II : Kamis 25 Juli 2013
09.00-10.30 Nonton Film tentang kesaksian hidayah mantan pendeta Hindu Panitia
10.30– 11.45 Materi II
Refleksi Film tentang kesaksian hidayah mantan pendeta Hindu Drs. H. Husni Thoyar, M.Ag
11.45-12.30 Shalat dan Istirahat Seluruh Peserta
12.30-13.15 Materi III
Aplikasi Nilai Ketauladanan Tokoh Muhammadiyah KH. AR Fakhrudin Prof.Dr.Hj. Masyitoh, M.Ag
Moderator: Andriyani, M.Ag
13.15-15.00 Materi IV
Aplikasi Shalat Sesuai Tuntunan Nabis SAW Ahmad Syauqy, M.Ei
Moderator : Mahmudin Sudin, MA
15.00-15.30 Shalat dan Istirahat Seluruh Peserta
15.30-17.45 Buka Puasa Bersama
Pembukaan
Pembacaan Ayat Suci Al-Quran
Sambutan Rektor UMJ
Penceramah
Penutupan
Buka Puasa
Shalat Maghrib
H. Adi Mansah, Lc
Prof. Dr. Masyitoh, M.Ag
Prof. Malik Fadjar
Seluruh Peserta
J. PENUTUP
Demikianlah proposal kegiatan ini kami susun. Keberhasilan & kelancaran kegiatan ini tak terlepas dari karunia & petunjuk Allah subhanahu wa ta’ala, kemudian peran serta aktif dari semua pihak. Serta kerjasama panitia, Hanya kepada Allah lah semestinya kita bergantung & mengharapkan kemudahan.
Peranan Pemuda Dalam Dakwah Islamiyah
Sudah menjadi sunnatullah jika di setiap masa akan tumbuh pemuda-pemuda yang kelak dibimbing seorang ulama pembaharu (mujaddid). Senantiasa melakukan berbagai bentuk pembaharuan dalam mencairkan kebekuan yang ada pada masa tersebut. Berbagai bentuk kebekuan itu antara lain: kebekuan pemikiran, kebekuan pergerakan, kebekuan kepemimpinan dan lain-lain. Karena pemuda yang sejati itu bukan hanya berumur dua puluh tahun tetapi pemuda sejati ialah pemuda yang rela berjuang demi agamanya. Sepanjang gerakan pembaharuan yang dilakukan berada pada koridor atau rambu-rambu syariat dan untuk kemuliaan islam (izzatul islam), hal tersebut perlu mendapat dukungan kaum muslimin. Tetapi sebaliknya, jika gerakan tersebut telah keluar dari koridor syariat serta bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah, seluruh kaum muslimin hendaknya berdiri dalam satu barisan menentang arus gerakan tersebut, jadi satu elemen pendukung pembaharuan yang sangat potensial adalah para pemuda. Selain usia muda merupakan fase berkumpulnya kekuatan (potensi) yang maksimal, mereka juga merupakan orang-orang yang dikenal memiliki idealisme tinggi, tidak memiliki beban dan sangat objektif dalam menyuarakan setiap aspirasi, meski harus diakui adanya kelemahan terutama kematangan berpikir dan minimnya pengalaman. Islam menempatkan pemuda pada tatanan yang sangat strategis dalam melakukan berbagai perubahan menuju kejayaan umat. “Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”(QS.Al-Kahfi/18:13) Ayat ini mengisahkan para pemuda ashabul kahfi (penghuni gua) yang lari menjauhi kaumnya untuk menyelamatkan aqidahnya dan tidak mau mengikuti arus kesesatan karena mereka tegar memegang prinsip kebenaran. “Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya)kepadanya.Mereka berkata, "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang lalim." Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim." (QS.Al-Anbiyaa/21:57-60) Kisah Nabiyullah Ibrahim as adalah kisah yang sangat agung karena dapat dipetik begitu banyak pelajaran (ibrah). Seorang pemuda dengan kecerdasan dan keberaniannya menghancurkan seluruh berhala yang ada pada saat itu. Yang menjadi pertanyaan, apakah berhala-berhala tersebut masih ada di zaman modern sekarang ini? Bagaimana jika seseorang yang terlalu membanggakan kemampuan logika akalnya sampai mengkultuskan hingga mempertuhankan hasil buatan pemikiran logika akalnya? Apakah itu berhala juga? Apakah jahiliyah hanya terjadi pada masa Rasulullah SAW? Jahiliyah kaum Quraisy bukan mereka tidak percaya kepada Allah SWT tapi karena mereka telalu mengkultuskan Latta dan Huzza yang merupakan orang saleh pada masa itu, yang setelah meninggal dunia dibuat patungnya. Pada masa Nabi Nuh juga diketahui bahwa Wadd, Suwa’, Yaguts, Ya’uq, dan Nasr adalah nama-nama orang saleh. Ketika mereka meniggal, syaitan memberikan ilham kepada masyarakat setempat agar mereka membuat patung-patung dengan nama-nama itu. Pada mulanya tidak disembah tapi lama-kelamaan akhirnya menjadi sembahan. Lalu, bagaimana hukum hasil buatan manusia melalui akal pikirannya yang terbatas, apakah ada persamaannya dengan berhala? “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?” (QS. Al-Ma’idah/5: 50) Islam memang memberikan perhatian yang begitu besar kepada pemuda. Para sahabat usianya lebih muda, bahkan ada yang jauh lebih muda dari Nabi Muhammad SAW, tetapi Beliau tidak segan-segan memberi tugas atau kepercayaan kepada sahabatnya. Usamah bin Zaid diberikan kepercayaan menjadi Panglima Perang di usianya yang baru sekitar 16 tahun. Ia merupakan satu-satunya Panglima Perang termuda sampai saat ini. Realita yang terjadi saat ini, di Palestina, peranan pemuda menjadi sangat penting sebagai penggerak perjuangan melawan penjajah zionis Israel demi mempertahankan Al-Aqsha yang merupakan simbol eksintensi ummat Islam di seluruh dunia. Pemuda jualah yang menjadi salah satu pilar penopang aktivitas dan kemakmuran sebuah masjid. Bisa dibayangkan, bagaimana kondisi dan nasib sebuah masjid tanpa aktivitas pemudanya. Masa depan masjid itu menjadi suram, karena salah satu tolok ukur bagaimana keadaan masjid pada lima, sepuluh, dua puluh atau tiga puluh tahun mendatang tergantung pada kondisi pemuda masjidnya di masa sekarang.Tentunya sebagian kecil dari banyak kisah peranan pemuda yang tangguh dalam islam memberikan hikmah dan ibrah bagi kita semua, serta menggugah semangat para pemuda untuk bekerja keras lagi menuju perbaikan ummat demi tercapainya kejayaan dan kemuliaan islam (izzatul islam). Pimpinan Ikhwanul Muslimin Syekh Hasan Al-Bana pernah berkata “ Bahwa ummat islam akan bangkit dan aset yang terbesar dalam ummat ini adalah pernan pemuda”. Semoga segala kesempatan dan waktu kita mampu berdakwah mengajak ummat ini kejalan yang benar dan harus kita mulai dari diri sendiri (Ibda’ Binnafsik) sepertid dakwah yang telah di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Wallahu a’lam Bish-showwab... BY ADI MANSAH AL-FARUQ
Langganan:
Komentar (Atom)